Teratas di Dunia, Perkembangan Ekonomi Vietnam Tembus 7, 46 Persen

Perkembangan ekonomi atau product domestik bruto (PDB) Vietnam menjangkau lebih dari 7 % pada kuartal III 2017. Capaian itu adalah satu diantara yang teratas didunia.

Biro Statistik Umum menginformasikan kalau perkembangan ekonomi Vietnam menjangkau 7, 46 % pada kuartal III 2017. Angka ini lebih tinggi dibanding 6, 28 % pada kuartal terlebih dulu.

Sepanjang periode Januari sampai September 2017, perkembangan ekonomi Vietnam menjangkau 6, 41 %. Realisasi itu lebih tinggi dibanding projectsi beberapa ekonom, yaitu 6, 1 %.

Kuatnya perkembangan ekonomi itu turunkan desakan untuk otoritas Vietnam untuk menaikkan stimulus manfaat menjangkau tujuan perkembangan ekonomi th. ini.

Pemerintah Vietnam membidik perkembangan ekonomi menjangkau 6, 7 % th. ini.

Export tetaplah kuat, didorong pembukaan pabrik-pabrik baru serta meningkatnya harga komoditas.

Bank Pembangunan Asia (ADB) memproyeksikan perkembangan ekonomi Vietnam pada th. ini serta th. 2018 menjangkau 6 %.

Bank sentral Vietnam yaitu satu dari beberapa bank sentral di Asia yang melonggarkan kebijakan moneter pada th. ini.

Pada Juli 2017, bank sentral dengan mengagetkan memotong suku bunga referensi untuk pertama kalinya dalam tiga th..

Di Asia, beberapa negara membukukan perkembangan ekonomi diatas 6 % pada 2017. Negara-negara itu diantaranya China, India, serta Filipina.

Walau Vietnam membukukan perkembangan ekonomi yang tinggi pada th. ini, tetapi beberapa resiko masih tetap menghantui. Satu diantara resiko itu yaitu perkembangan credit yang amat cepat.

” Lonjakan credit yang dihadapi Vietnam tidak berkepanjangan dalam periode panjang. Kami mencemaskan penambahan utang yang cepat, dimana perkembangan credit bidang swasta menjangkau kisaran 20 %, ” tutur Gareth Leather, ekonom senior Asia di Capital Economics, seperti diambil Bloomberg, Minggu (1/10/2017).

Data ekonomi Vietnam tunjukkan, bidang manufaktur tumbuh 12, 8 % dengan tahunan sepanjang periode Januari-September 2017.

Export terdaftar tumbuh 19, 8 %, sesaat defisit neraca perdagangan menjangkau 442 juta dollar AS.