Rancang Aplikasi E-Health, Kesehatan Ibu-Bayi Lebih Akurat

Rancang Aplikasi E-Health, Kesehatan Ibu-Bayi Lebih Akurat

STIKOM PGRI Banyuwangi berhasil membuat aplikasi E-Health berbasiskan android serta SMS gateway yang berperan untuk tingkatkan info kesehatan bayi serta balita di Banyuwangi. Lewat satu riset, pada akhirnya system info kesehatan punya Dinas Kesehatan Banyuwangi ini lebih cepat untuk di akses. System Info Manajemen Puskesmas (SIMPUS) yang berbasiskan situs ini bukan sekedar bermanfaat tingkatkan service puskesmas dalam sistem integrasi data yang cepat serta akurat, tetapi dapat juga memberi Pelaporan Pemantauan Lokasi Setempat (PWS) kesehatan Ibu serta Anak (KIA) dikerjakan oleh koordinator KIA.

Kabid Riset serta Pengembangan Bappeda Banyuwangi Ir. Prastyo hadi menyebutkan, aplikasi E-Health berbasiskan android serta SMS ini satu diantara prioritas yang perlu di dukung dalam pembangunan daerah Banyuwangi di bagian kesehatan, terutama Continuum of Care Across Life Cycle agar bisa wujudkan generasi Banyuwangi Emas, yakni kesehatan bayi serta balita. “Dengan aplikasi ini kita bisa monitoring tingkat derajat kesehatan terutama bayi serta balita. Dengan aplikasi E-Health ini penginputan data kesehatan terutama bayi serta balita bisa kita kenali dengan cepat dan bisa mengingatkan kader Posyandu serta orangtua mengenai jadwal imunisasi, ” tutur Prastyo.

System E-Health berbasiskan android serta sms gateway ini untuk menangani persoalan karna jaringan, internet serta yang lain hingga bisa hasilkan info kesehatan yang berkwalitas (akurat, relevan serta pas saat) mengenai kesehatan bayi serta balita yang mencakup : bayi 5 jam, kunjungan neonatal, kunjungan bayi, Deteksi Awal Tumbuh Kembang (DDTK), timbangan serta gizi, vitamin A serta imunisasi dan info kesehatan bayi serta balita itu butuh disosialisasikan pada Koordinator Kesehatan Ibu serta Anak (KIA) di Puskesmas untuk memudahkan dalam pelaporan Pemantauan Lokasi Setempat (PWS) KIA, hingga penambahan derajat kesehatan bayi serta balita di Banyuwangi bisa diawasi dengan maksimal.

Hasil riset ini, pada akhirnya disosialisasikan di 5 UPTD Puskesmas, mencakup Sempu, Genteng Kulon, Tulungrejo, Selama serta Kalibaru Kulon serta Komunitas Group Discussion (FGD). Pada sistem penyimpanan data kesehatan bayi serta balita dikerjakan penelusuran ketersediaan koneksi internet. Bila ada koneksi internet, jadi data bisa disimpan ke server serta demikian sebaliknya, jadi data disimpan dengan lokal (memory handphone) dengan format sms di mana data bisa di kirim lewat sms ke server. Validasi data dipakai pada aplikasi E-Health bayi serta balita berbasiskan android, situs serta sms gateway, hingga tidak berlangsung penginputan data ganda. Jadwal imunisasi berbasiskan dekstop serta sms gateway untuk bayi serta balita di buat lewat cara memasukkan data orangtua, Posyandu serta imunisasi, hingga pengiriman sms dengan modem serta kartu modem (SIM Card) yang telah di isi pulsa di mana pesan jadwal imunisasi juga akan diantar dengan automatis pada kader Posyandu serta orangtua pada tiap-tiap Puskesmas di Banyuwangi.

Ketua STIKOM PGRI Banyuwangi Chairul Anam menerangkan, implementasi aplikasi E-Health berbasiskan android, situs serta sms gateway telah dikerjakan dengan lakukan seting pada satu unit computer server untuk aplikasi E-Health, 1 unit computer serta 1 modem untuk SMS gateway di 5 UPTD Puskesmas dan penyetingan handphone android bidan pada Puskesmas : Sempu sejumlah 17 HP, Genteng Kulon, Tulungrejo sejumlah 8 HP, Selama sejumlah 20 HP serta Kalibaru Kulon sejumlah 8 HP. Beberapa bidan segera mempraktekkan mencari data pasien (bayi serta balita) pada semasing puskesmas serta pasien itu tampak sesuai sama data yang berada di SIMPUS. Untuk mensupport implementasi aplikasi, juga disediakan manual book atau panduan pemakaian baik hardcopy ataupun softcopy. “Penelitian ini yaitu usaha kami untuk wujudkan visi stikom PGRI Banyuwangi untuk jadi universitas IT yang unggul di lokasi Jawa Timur serta Bali pada Th. 2020 sekalian jadi usaha tingkatkan kualitas proses Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mana satu diantaranya riset di bagian kesehatan, ” kata Chairul Anam.