Para Pembisnis Daring Berharap Dapat Menjual Barang Di LKPP

Beberapa pelaku bisnis daring mengharapkan dapat turut menjual dagangan mereka di daftar usaha katalog elektronik (e-catalog) yang berada di Instansi Kebijakan Pengadaan Barang atau Jasa Pemerintah (LKPP). Maklum, tender pengadaan barang pemerintah yang memakai e-katalog di LKPP ini dapat menjangkau 40% dari keseluruhan berbelanja.

Satu diantara barang yang ramai di e-catalog berbelanja perlengkapan perkantoran. Instansi pemerintah ini berniat menggandeng pelaku bisnis on-line untuk gabung di tender project LKPP agar proses tender berbelanja dapat transparan serta terdaftar dengan baik.

Para Pembisnis Daring Berharap Dapat Menjual Barang Di LKPP

Satu diantara pemain website on-line, yang tengah daftarkan diri agar dapat turut ikut serta dalam transaksi berbelanja di LKPP yaitu Bizzy. co. id. ” Kami tengah menanti ketentuan final, ” tutur Hermawan Sutanto, Chief Commercial Officer Bizzy

Apabila izin itu telah memperoleh lampu hijau, Bizzy akan konsentrasi ke pengadaan barang yang berlainan dengan pelaku bisnis yang lain. Tetapi, Hermawan tidak memerinci apa sajakah type barang yang juga akan dimasukkan dalam e-catalog.

Yang pasti, ia mengatakan product itu berbentuk perangkat feature keamanan. Ia mengharapkan, keikutsertaan Bizzy di e-catalog LKPP ini buat segmen usaha ini dapat berperan minimum 50% dari keseluruhan pendapatan perusahaan ini.

Pelaku bisnis beda yang lebih dahulu memperoleh lisensi di e-catalog LKPP yaitu PT Astragraphia Xprins Indonesia. Perusahaan ini konsentrasi jual product perlengkapan kantor yang diperlukan pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Anak usaha ini Astra Graphia ini juga akan akan menghidangkannya di basis AXIQoe. com.

Sahat Sihombing, Direktur Paling utama PT Astragraphia Xprins Indonesia mengharapkan ada perkembangan usaha yang positif dengan turut dan di LKPP. ” Tujuan penjualan kami th. ini tumbuh dobel, ” tuturnya.

Pelaku bisnis beda, Bhinneka. com juga akan tawarkan product tehnologi info serta perlengkapan kantor di e-catalog LKPP. Menurut Hendrik Tio, Chief Executive Officer Bhinneka. com, untuk menarik konsumen pihaknya akan sediakan pilihan penukaran barang di kantor perwakilan.

Telkomsigma Raih Penghargaan Managed Service Provider

PT Sigma Cipta Caraka (Telkomsigma), anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom), berhasil memperoleh penghargan bergengsi dari Frost & Sullivan dengan kelompok Indonesia Managed Service Provider of The Year pada Selasa (28/11/2017).

Kesuksesan ini memberikan prinsip Telkomsigma dalam memberi service Managed Service paling baik pada aktor industri serta jadi market leader untuk service serta jalan keluar ICT di Indonesia.

” Yang akan datang kami semakin lebih banyak melahirkan service serta jalan keluar yang inovatif serta menjawab keperluan beragam industri di Indonesia, ” tutur Judi Achmadi, CEO Telkomsigma, lewat tayangan pers, Rabu (29/11/2017).

Sekarang ini Telkomsigma sudah diakui mengatasi lebih dari 500 client dari beragam bidang industri.

Data center Telkomsigma sudah bersertifikasi Tier III & Tier IV Design serta Telkomsigma juga sudah peroleh dua sertfikasi Tier III Facility pertama di Indonesia.

Data Center Telkomsigma juga mempunyai service Always On yang di dukung 3 data center yang menyebar di Serpong, Sentul serta Surabaya.

Jalan keluar berbasiskan Cloud Telkomsigma sudah peroleh Sertifikasi CSA STAR jadi sertifikat untuk Cloud Security dari British Standar Institution (BSI) Group.

Telkomsigma adalah perusahaan hanya satu di Asia Tenggara yang peroleh sertifikat ini.

Penghargaan dari Frost & Sullivan ini mempunyai tujuan untuk mengukur kemampuan serta prestasi yang memuaskan dari sisi pengembangan kiat product, inovasi tehnologi, service pelanggan dan kepemimpinan dalam menggerakkan usahanya dengan perbandingan pemain pasar di bidang usaha yang sama.

Penilaian dikerjakan dikerjakan lewat wawancara, penelitian serta analisa tentang perusahaan.

Pasar Data Center

Menteri Komunikasi serta Informatika Rudiantara terlebih dulu menyebutkan kalau keperluan data center di Indonesia sekarang ini selalu bertambah.

Pemakai service data center didominasi service perbankan yang memerlukan sarana penyimpanan, pemrosesan serta keamanan data, dan pemanfatan e-commerce oleh perusahaan-perusahaan kecil.

Pada 2016 pasar data center Indonesia diestimasi menjangkau 300 juta dollar AS. Pendorongnya yaitu bertumbuhnya developer aplikasi di Indonesia.

Raksasa e-commerce dunia, Alibaba, bahkan juga merencanakan membuat data center di Jakarta pada Maret 2018 yang akan datang, yaitu Alibaba Cloud.

Terkecuali di Indonesia, unit usaha dari Alibaba Group ini akan membuat data center di India. Terlebih dulu Alibaba Cloud telah menjalankan data center di Malaysia.