OLX Luncurkan Platform Anyar Bernama The All New OLX

Dalam rencana mengarah kelompok orang-orang mobile, OLX Indonesia luncurkan basis anyar bernama The All New OLX. Chief Executive Officer OLX Indonesia, Daniel Tumiwa menyebutkan, terobosan ini dikerjakan berdasar pada penelitian yang dikerjakan OLX mulai sejak sebagian bln. kemarin. Hasil penelitian ini lalu diimplementasikan pada suatu penampilan aplikasi Android, The All New OLX.

The All New OLX ini menonjolkan rencana hyperlocal, hypersimple, C2C, serta trust. OLX membawa penampilan halaman muka yang lebih simpel serta penuh dengan visual. Halaman muka ini membawa rencana hyperlocal, yaitu barang yang dipertunjukkan yaitu beberapa barang paling dekat yang di jual di sekitaran pemakai.

OLX Luncurkan Platform Anyar Bernama The All New OLX

Dengan penampilan muka seperti itu, beberapa pemakai bisa bertransaksi dengan lebih praktis karna tidaklah perlu pergi sangat jauh untuk lakukan kontan on delivery (CoD).

Terkecuali penampilan, OLX juga memudahkan langkah untuk jual barang dengan tidak mewajibkan penjual isi gambaran. Ini buat sistem jual barang lebih sederhana serta bisa dikerjakan cuma dalam tiga puluh detik.

Sesaat, Untuk lebih membuat keyakinan pada konsumen serta penjual, lewat aplikasi paling baru ini OLX tawarkan log-in dengan memakai akun Facebook atau Google, hingga profil pemakai bisa di ketahui oleh calon konsumen atau penjual. Dengan terdapatnya tiga rencana itu, OLX optimis semain beberapa orang bisa memakai OLX untuk jual-beli, terlebih untuk pemakai individu (customer to customer).

Meski sekian, OLX mengerti kalau perubahan penampilan tidak selamanya gampang, terlebih untuk pemakai lama. Oleh karenanya, OLX tetaplah menjaga penampilan lamanya pada desktop serta mobile supaya pemakai lama tetaplah bisa memakai basis OLX dengan nyaman. ” Ini yaitu satu ketentuan yang begitu berani supaya tetaplah relevan dengan perkembangan jaman, ” katanya

Selama 2016 nilai transaksi OLX Indonesia menjangkau Rp 31 triliun dengan 1, 4 juta transaksi per bln.. Daniel menyebutkan, orang-orang mobile yang telah mulai akrab dengan internet untuk searching, berhubungan lewat sosial media, serta jual-beli on-line yaitu tujuan pasar yang masih tetap besar serta selalu jadi semakin besar sepanjang satu tahun lebih ke depan. Ini jadi ceruk pasar yang selalu akan dikerjakan OLX yang akan datang.

BI larang Fintech dan e-commerce menggunakan bitcoin

Nilai mata uang virtual seperti bitcoin serta ethereum mulai sejak awal th. alami penambahan yang sangat penting. Bahkan juga, nilai bitcoin telah menyentuh 10. 000 dollar AS atau sekitaran Rp 135 juta.

Lantas, bagaimana pandangan Bank Indonesia (BI) pada mata uang virtual itu?

Gubernur BI Agus DW Martowardojo mengatakan, bank sentral akan menerbitkan ketentuan untuk aktor service keuangan berbasiskan tehnologi (financial technology/fintech) termasuk juga e-commerce.

Ketentuan ini manfaat melakukan prinsip kehati-hatian, melindungi persaingan perebutan usaha, pengendalian resiko, serta perlindungan customer. Level playing field atau lingkup usaha dengan instansi keuangan resmi juga butuh dijaga.

Satu diantara hal yang ditata dalam ketentuan itu yaitu larangan pemakaian mata uang virtual oleh aktor fintech ataupun e-commerce dimana hampir semua e-commerce dilengkapi dengan cek resi. Pemrosesan mata uang virtual juga dilarang.

” Kami melarang penyelenggara tekfin serta e-commerce dan penyelenggara jasa system pembayaran memakai serta mengolah virtual currency, dan bekerja sama juga dengan pihak-pihak yang memfasilitasi transaksi memakai virtual currency, ” kata Agus pada acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia di Jakarta, Selasa (28/11/2017).

Hal semacam ini sebut Agus, dikerjakan manfaat menghindar pencucian uang, pendanaan terorisme, serta melindungi kedaulatan rupiah jadi alat pembayaran yang sah di Indonesia.

” Kami dapat juga menghindar kesempatan arbitrase, praktek usaha tidak sehat, serta pengendalian usaha oleh pihak-pihaik diluar jangkauan hukum NKRI yang bisa mengakibatkan kerusakan susunan industri, ” kata Agus.